Maret 16, 2016

Mengapa memberi ‘Apresiasi’ itu penting banget di lingkungan kerja

Ngomongin tentang mengapresiasi, ada satu kejadian dimana saya ngerasa goblok banget.
Sebuah kejadian dimana saya yang harusnya memberi apresiasi, tetapi malah mengkritik dengan kasar.

Waktu itu, 2013, saya dan teman-teman di komunitas mengadakan sebuah acara seminar besar. Pembicaranya adalah menteri BUMN waktu itu.

Singkat cerita, acaranya sukses luar biasa. Kursi peserta penuh tanpa sisa, bahkan banyak yang berdiri, hanya untuk belajar dari sang pembicara.

Yang mau saya share disini bukan isi seminarnya, tetapi tentang gobloknya saya sebagai ketua panitia waktu seminar tersebut.

Februari 25, 2016

Seberapa percayakah anda dengan keberuntungan?

Hari ini, entah kebetulan atau bagaimana, saya melihat banyak pengendara motor yang ditilang polisi di pinggir jalan.

Di perempatan gramedia sudirman, di gejayan, di dekat terminal condong catur, di jalan depan xxi jogjakarta, dan sore harinya ditutup dengan manis oleh sebuah operasi besar-besaran di perempatan timur taman pintar, yogyakarta.

ada satu tilangan yang menarik perhatian saya, yaitu seorang polisi dan dua bapak-bapak pengendara motor di depan gramedia sudirman, yogyakarta. saya memperhatikan tilangan itu agak lama karena saya sedang nunggu lampu merah menjadi hijau.

menariknya dari tilangan tersebut adalah, polisinya memberhentikan dua bapak itu sambil senyum. dan, dua bapak itu membuka helm, kemudian ikut tersenyum sumringah.

saya jadi ingat cerita interview kerja dengan seseorang satu minggu yang lalu. Sebut saja namanya Ali. Pertanyaan saya kurang lebih begini :

"Dalam hidup ini ada yang namanya keberuntungan. Seberapa percayakah anda dengan keberuntungan?," Tanya saya,

"Aku percaya keberuntungan itu adalah usaha maksimal bertemu dg kesempatan yang didatangkan oleh Tuhan untuk aku," Jawabnya.

"Oke. Boleh diceritakan kapan terakhir kali anda bertemu dengan keberuntungan?," Tanya saya kembali.

Lalu si Ali menceritakan kisah tentang ditilang polisi.

"Keluargaku memang ngga ada yang jadi polisi. tapi, sekarang aku percaya bahwa di Indonesia ini masih ada banyak sekali polisi yang profesional dan berhati baik," katanya waktu itu.

"kenapa kamu bisa bilang begitu?," tanyaku penasaran.

"Aku ditilang oleh polisi. Dan, waktu penilangan itu sangat kurang tepat karena aku sedang ada janjian yang sangat penting,"

Waktu itu, Ali adalah mahasiswa tingkat akhir. Seperti mahasiswa akhir lainnya, ali sedang bergelut dengan skripsinya yang tak kunjung usai. Keluarganya menuntut Ali untuk segera menuntaskan pendidikannnya, dan segera bisa bekerja dan hidup mandiri. Maklum, adiknya masih banyak, yang perlu dibiayai oleh orangtuanya.

Dan, kata Ali, hari itu adalah hari yang sangat penting baginya. Bertemu dengan dosen pembimbing yang sudah lama sekali diajak bertemu tapi selalu gagal.

Jika hari itu ia tidak datang ke rumah dosennya tepat waktu, alias terlambat, maka hilanglah sudah peluangnya untuk mengikuti sidang dalam waktu dekat. Juga hilang sudah kesempatan untuk wisudanya di tahun depannya.

"Aku sadar memang itu salahku, karena sudah lampu merah tapi aku tetap nerobos. Aku jelaskan betul kenapa aku nerobos lampu merah. Karena buru-buru ingin segera ketemu dengan dosen pembimbing," Katanya.

Kemudian, Ali melanjutkan ceritanya. Kalau biasanya polisi menilang seseorang di pinggir jalan itu diminta STNK dan SIM kemudian disuruh masuk ke dalam pos untuk diinterogasi, berbeda halnya dengan yang dialami oleh Ali.

Usut punya usut, setelah dijelaskan alasan mengapa ia buru-buru, ternyata sang polisi tidak menariknya ke dalam pos polisi. Petugas hanya meminta STNK asli, kemudian memberikan sebuah bukti tilang TANPA ditarik uang tilang. Setelah itu, mempersilahkan Ali untuk pergi. Tidak lama.
"Silahkan temui dosenmu. Tiga hari lagi kamu sidang ya di sini," Kata pak polisi. Yang kata Ali, kelihatan sudah berumur paruh baya.

Kemudian Ali bisa datang ke rumah dosennya.

"Setelah sekian lama, hari itu aku lega sekali bisa bertemu dengan pak dosen," Katanya.
Dan, saat hari sidang berlangsung, Ali bertemu lagi dengan polisi yang pernah menilangnya.
"Aku memahami situasimu waktu itu, karena anakku sekarang juga saat ini sedang berjuang sepertimu," Kata pak polisi.

"Menurutku, itulah moment keberuntunganku. Aku berusaha ngotot meyakinkan polisi karena sedang buru-buru, dan Tuhan mempertemukanku dengan bapak polisi yang baik itu," Kata Ali.

Februari 22, 2016

Briefing simpel tapi efeknya... Masyaallah

Satu hal yg sudah lama saya salut dr mas yang satu ini adalah cara beliau berkomunikasi dg tim.
Cara beliau menyampaikan briefing itu singkat tp pengaruhnya sangat besar dan moving, bisa menggerakkan dan memotivasi tim utk berani melakukan hal yang ditakuti.

Dan, ini adalah salah satu cerita dr 'his briefing'...


Ceritanya, udah sejak hari Sabtu kemarin, saya bertugas di Malaysia, kemudian k Singapore. Bukan utk liburan, tapi menjadi guide wisata liburan teman teman kantor (31 orang).

Beberapa pertanyaan yang sering saya dapatkan adalah begini, "kalau mau ke sini bgmn? Di daerah itu aman kan? Kita mau kemana lagi? Kita naik apa kesana?"

Pertanyaan yang sangat wajar jika blm pernah mengunjungi suatu tempat baru. Sebuah pertanyaan yang menggambarkan kekhawatiran akan tersesat dan hilang diluar negeri.

Tapi, pertanyaan-pertanyaan itu hilang seketika, kekhawatiran itu lenyap setelah ada briefing singkat dr mas yg satu ini.

Beliau menyampaikan briefing sore kmrn di Orchad Road, Singapore. Isi briefingnya kurang lebih begini:

"Kalau lagi di luar negeri, perbanyaklah cari pengalaman, jangan perbanyak beli barang barang. Karena barang barang souvenir dll itu hanya bertahan 3 hari, setelah itu sudah bosan lagi. Tapi pengalaman itu akan berkesan seumur hidup. Maka dari itu, perbanyak cari pengalaman. Eksplore tempat tempat yang belum dikunjungi, ngobrol lah dengan orang lokal, jalan jalanlah sendirian. Sekali kali cobalah tersesat. Dijamin pengalaman tersesat dan pengalaman lain itu lebih berkesan drpd hanya beli barang belanjaan,"

Dan, setelah sore hari kemarin di briefing seperti itu, mayoritas teman teman memilih untuk berpisah dr rombongan dan memilih jalan jalan sendiri.

Dan, setelah 5 hari terakhir ini memandu teman teman mulai dr bangun tidur, makan, transport dan destinasi wisata... Menariknya adalah, hari ini tidak ada yang memerlukan guide dari saya, alias... Guide nya nganggur

Teman teman skrg sudah bisa menemukan lokasi destinasi sendiri, menemukan tempat makan halal sendiri, menemukan caranya sendiri.

Dan saya yakin, sekarang teman teman rombongan tour jika disuruh berangkat sendiri ke luar negeri, pasti sudah berani...

Cara menguji karakter calon karyawan

Suatu malam...

"Mas, tolong panggilkan 5 orang ini untuk interview kerja dgn saya besok pagi ya," Ucap pak bos. "Baik, pak," Jawab si Dani.

Pagi harinya, Dani sibuk menata ruangan dan menyiapkan air minum untuk yang datang interview.
"Pak, yang mau interview sudah datang. Mereka menunggu di depan. Mau dipanggil sekarang?," Tanya si Dani.

"Sebentar. Mas Dani sudah sarapan belum?," Tanya si bos.

"Belum, pak. Bagaimana?,"

Kemudian, sang bos memberi sejumlah uang kepada Dani dan memintanya mengajak 5 orang yg mau di interview untuk sarapan pagi di tempat makan dekat kantornya.

"makan di gudeg biasa ya, dekat alun-alun," Kata sang bos.
"Baik, pak," Ucap Dani patuh.

Dani pun langsung mengambil kunci motornya dan mengajak 5 orang tadi untuk makan pagi bersamanya. Tanpa dibarengi oleh sang bos.

Pagi itu, tempat makan pagi yang didatangi Dani dan 5 orang tsb ramai luar biasa.
Mereka ber 6, lalu bercakap-cakap seru. Cerita tentang asal masing-masing dan termasuk cerita posisi apa yang ingin dilamar untuk interview.

Dan, waktu berjalan, ada sedikit masalah yg terjadi di mereka. Sarapan pagi pesanan Dani datangnya terlambat hampir 1 jam.

"Mas! Ini udah hampir satu jam kok nggak dateng dateng ya sarapannya? Gimana sih!," Satu orang calon intereview marah karena orderan datangnya lama. Sebut saja namanya A.
Suasana mulai tidak nyaman untuk ngobrol. Kemudian, beberapa menit kemudian, menu pesanan mereka berdatangan.

Tahu apa yang terjadi? Ternyata menu yang di antarkan salah. Bukan pesanan mereka.
Marah menjadi-jadilah si A. Diikuti si B, dan si C...

"Mohon maaf sekali atas ketidaknyamanan ini. Saat ini tamu sedang ramai sekali, kami kewalahan. Akan kami ganti menunya dan secepatnya kami buatkan," Kata sang pelayan.

Si A, si B, dan si C masih terus ngomel menggerutu.

Si D kemudian merespon dengan santai, "Baik mas, tidak apa-apa. Mohon dibuatkan segera ya mas, kami sudah lapar,"

Si E asyik ngobrol dengan Dani.

dan, si A, B, dan si C masih terus ngomel menggerutu membicarakan pelayanan yang buruk di tempat makan tersebut.

Kemudian, setelah selesai sarapan pagi, mereka berenam kembali ke kantor.
Sesampainya di kantor, Dani dipanggil bosnya.

"Mas Dani, 15 menit lagi saya harus ke bandara mau ke Jakarta. Jadi sepertinya interview tidak bisa sekarang. Minta tolong sampaikan ke mereka, waktu interview lagi akan dikabari," kata bos.
Kemudian kelima orang tersebut pulang lagi ke rumahnya masing-masing.

................................................................................
................................................................................

Usut punya usut, tiga hari kemudian, ternyata dari 5 orang tsb hanya satu orang yang dapat panggilan interview.

"Pak, kenapa hanya satu orang yang dipanggil?," Tanya Dani penasaran.
Dengan santai, atasannya menjawab.

"Mas, masih inget nggak, pelayan yang waktu itu nganterin sarapan ke meja mas Dani dan 5 orang tersebut?,"

"Iya, ingat. Dia dimarahi karena nganterin makanan telat dan salah menu.," Kata Dani.
"Hehe, mas Dani tahu nggak, sebelum pelayan itu nganterin makan pagi ke meja kalian, dia bertemu sama saya dulu,"

Lalu mas Dani terkaget-kaget, lama menatap mata atasannya... Kemudian tersenyum seperti memahami sesuatu hal.

Ternyata, sang atasan memang sudah merencanakan masalah di tempat makan itu. Atasan mengatakan bahwa ia sengaja melakukan hal itu karena ingin tahu bagaimana orang-orang yang ada di meja itu merespon.

"Dan itu sudah jadi contoh riil bagaimana kelima orang itu menghadapi masalah dan kesulitan. Karakter asli seseorang itu muncul kalau dia diuji dg masalah. Apakah mereka marah, mereka frustrasi atau mereka memahaminya? Karena memang, seperti inilah hidup. Seperti inilah pekerjaan-pekerjaan yang akan kita lakukan. Akan ada banyak kesulitan dan masalah yang perlu dihadapi. Jika hanya dengan persoalan makanan telat saja mereka cepat emosi, marah, panik, mudah memaki-maki orang lain, bagaimana ceritanya jika nanti dia menjadi tim kita?"

Februari 09, 2016

Budget berapa ya kalo mau liburan murah di Singapura?

Ada bbrp teman deket yg menanyakan hal ini.

Baik, aku coba jelasin disini semoga bisa manfaat buat yg pengin liburan murah, dan membantu ngerancang budgeting.

Berdasarkan pengalaman, ini budgeting versi saya ya...


1) Siapin duit sekitar 600rban. Buat apa? Buat beli tiket pesawat dulu. Adalah bulshit klo banyak planning tp tiket pesawat belum beli.

Beli tiket ppnya dulu, klau udah kebeli, baru bahas bikin paspor, nginep dimana, makan apa ntar disana (nasi briyani), enaknya kemana aja. Udah, itu bisa dibahas ntar klo tiket udah ditangan.
Tiket pp Jakarta - SG normalnya adalah 1,2jt. Tp kalau mau dapet harga murah 600ribuan, butuh lumayan berjuang buat nyari tiketnya.

Caranya biar dapet tiket pp murah 600rban?

a) Rajin cari harga yg murah. Kalau nggak rajin, nggak bakal nemu harga terbaik. Contoh rajin itu gini : ngecek harga setiap tanggal. Biasabya beda tanggal beda harga. Cek aja tiap tanggal di bulan Juni misalnya.
b) Jauh jauh hari. Pesen tiketnya max 1 bulan sblm berangkat udah pesen.
c) Pesen yg weekday, bukan weekend. Harga weekday seringkali lebih murah dr harga tiket hari minggu atau sabtu.
d) Cari tiketnya yg pesawat ekonomi, bukan pesawat kelas bisnis. Ya iya lah
e) Join sama grup grup tiket pesawat murah atau grup grup backpacker biasanya sering share info tiket promo.
f) better saran saya pesen tiket pp nya dr jakarta. Karena sering ada the best price di situ.

2) NGINEP DIMANA?

Oke.. Ini tahap bisa dilakuin klo udah punya tiket pp. Rata rata harga hostel murah itu 150-200rb/malam. Nah, kan mau trip 3 hr 2 mlm, jd cukup 400rb buat penginapan 2 malam.
Klo 400rb buat penginapan masih berat? Ya beli penginapa semalam aja. Jd cukup 200rb buat nginep di hostel. Semalam lainnya nginep di bandara Changi terminal 1 yang departure hall (spot favoritku, hehe).

Lho, jangan salah. Tidur di bandara changi itu 'eksklusif' lho. Kapan lagi bisa tidur satu spot dg ratusan turis dr Jepang, Jerman, Inggris, China, Amerika, Australia, dan dr seluruh penjuru dunia?
Takut barang ilang pas tidur di bandara?

Pengalamanku tidur di sana 4 malam berturut-turut, alhamdulillah aman. Jujur aja aku lebih tenang tidur di bandara Singapore drpd tidur di bandara Indonesia.

Pernah saat pertama kali ke SG, aku bawa tas berat banget. Akhirnya, aku memutuskan untuk menaruh tas di changi airport, dan aku tinggal dr pagi sampai malan, eh tas masih aman hehe.
Nitipnya dimana?

Coba nanti Anda amati di bandara itu pasti ada kedai kedai fast food yang buka 24 jam. Kedai itu (burger king, kfc, mcd, texas chicken, dll) selalu ramai 24 jam. Uniknya adalah, para pengunjung kedai itu, pada menaruh tas dan kopernya di pinggir-pinggir kedai dg menggunakan troli bandara (gerobak dorong buat tas).

Nah, aku melihat sebuah ide dr itu, "kalau aku ambil troli, dan aku taruh tasku di troli itu, kemudian troli itu aku tempatkan di pinggir pinggir kedai fast food yg ramai pengunjungnya 24 jam, lalu aku tinggal jalan jalan keliling Singapore, kayaknya aman deh,"

Logika aku waktu itu "orang klo mau ngambil atau nyuri tas saya juga pasti mikirnya aku ada di dalam kedai itu dan tas itu di awasi olehku. Padahal orangnya lg jalan jalan ke Universal studio, wkwk"

Itulah. Akhirnya, setelah aku taruh troli tersebut di pinggir kedai, masuklah aku ke dalam kedai, lihat lihat menu sebentar... Lalu pergi nyelonong begitu saja.

Pas balik ke bandara, alhamdulillah aman. Hehe

Jangan niru cara saya krn ini beresiko. Tp kalau anda suka hidup dengan resiko resiko, maka silahkan di coba. Tentu resiko kehilangan seperti itu bisa diminimalisir.

Caranya?

Waktu itu, yang aku tinggal di troli adalah tas punggung besar yang isinya baju baju kotor, dan peralatan mandi. Yang kalau (kemungkinan buruk) tas itu ilang, saya masih bisa balik ke Indonesia.
Sedangkan yg aku bawa jalan jalan adalah tas kecil, tas pinggang yang isinya : duit, dompet, pasport, hp, kamera, dan barang berharga lainnya.

Ya, cobalah cara ini kalau anda ingin coba. Jujur, pengalaman pengalaman seperti itulah yg seringkali lebih berkesan dan seru, drpd hanya nginep di kasur dan mbayar.

Hidup cuma sekali, tidurlah di bandara sekali-kali.

3) TRANSPORTASI?

Transport buat 3 hari lebih baik beli kartu MRT yang khusus 3 hari. Harganya 20$SG (200rb). Nanti deposit 10$SG dan bisa diambil saat kartu dikembalikan.

Kartu ini bisa dipakai buat naik kereta dan naik bus SBS Transit. Jadi bebas mau berapa kali pun naik kereta, tetep bayar 20$SG saja dalam 3 hari.

4) Konsumsi. Harga normal sekali makan di SG adalah 4-5$SG + air mineral. Ada juga yg harganya 2,5$SG itu berupa nasi lemak di Ananas Cafe (Di outlet-outlet dekat MRT- hanya bisa take away). Kalau Anda nginep di hostel, biasanya ada fasilitas sarapan gratis berupa roti dan sereal. Jadi, makan 2x perhari = 10$SG dikali 3 hari = 30$SG. Atau pengeluaran makan sekitar 300rb utk 3 hari.
Totalnya adalah 600 rb (pesawat) + 400rb (hostel) + 200rb (MRT) + 300rb (Konsumsi)... Jadinya 1,5jt udah bisa jalan-jalan.

Kalau masih berat juga, satu satunya pengeluaran yg bisa di kurangi mnrt saya adalah penginapan. Tiga hari dua malam, tidur di bandara. Jadinya 1,1jt (pesawat pp, makan minum, transport).

"1,1 jutaan? Serius?"
Serius.

Januari 29, 2016

Ibu yang khawatir pada anaknya

Kemarin sore, ada seorang ibu yg sms saya...

"Halo mas rizqi, sekarang lagi dimana mas rombongan? Anak saya sehat kan mas? Mohon balas, karena saya sms anak saya tp belum dibalas balas dari siang tadi,"

Kemudian saya balas bahwa anaknya baik baik saja. Karena jarang online, jadi si anak hanya bisa dihubungi kalau malam hari, pas sudah si hostel. Di hostel, tersedia free wifi jadi bisa chat dg keluarga di rumah. Maklum, kirim pesan manual ke luar negeri itu 5000 sekali sms.

Setelah saya balas, si ibu blm balas lagi..

Dan pagi ini, si ibu balas,

"terimakasih mas. tadi saya baru liha facebook anak saya di fb mas rizqi, dan ada foto sedang makan malam bersama. Maaf ya mas, dr kemarin sms terus, saya hanya khawatir aja dg anak perempuan saya yg masih blm byk berpengalaman. Alhamdulillah pada sehat ya mas,"

"Hehe, iya bu gpp. Ibu saya juga sering sms saya menanyakan kesehatan dan kondisi saya,"

Ya, tidak ada yg lebih khawatir ttg kondisi kita selain ibu kita. Karena kekhawatirannya adalah tanda bahwa ia sangat menyayangi anaknya.

Januari 23, 2016

Pagi hari yang kocak di Changi Airport

Pagi ini di Changi Airport, SG...

Cari tmpt makan pagi buat sarapan rombongan. Karena jam sudah mepet dg penerbangan, maka cari tmpt makannya lumayan panik.

Tentu cari tmpt makan yang halal, akhirnya ada satu gerai KFC. Pelayannya bule yg bhs inggrisnya cepet banget.

Sy : "your food halal food or not?"
Plyn : "All halal,"
Sy : "There is no pork, right? - ga ada daging babi kan disini? "
Plyn : "No. All chicken here,"
Sy: "Sure?,"
Plyn : "Yes,"

Setelah itu, belilah satu menu buat di coba... Pas duduk, dibilangin sama mas Kazhim,

"Lek, ini KFC lek... Slogannya aja Jagonya Ayam. Semuanya pasti ayam, gak ada sapi gak babi,"

Lalu ngakak berdua.