September 12, 2016

Ingin menaikkan berat badan

Hari ini dua orang teman kampus waktu di Amikom datang ke kantorku, mereka mengantarkan undangan pernikahan : Amin dan Eka.

Memang sudah lebih dari satu tahun saya tidak ketemu mereka, terutama Eka.

Saat pertama kali saya salaman dengan Eka, responnya mengejutkan saya, "Kamu kok kurus banget sekarang? Makan yang banyak yah,"

Pesan itu ia sampaikan sampai 3 kali di perjumaan kami hari ini.

Setelah mereka pergi, saya pun langsung sangat kepikiran dengan apa yang barusan ia ucapkan. Saat ini berat badan saya adalah 50 kg. Stabil.

Sebagai seorang pria yang berumur 24, memiliki berat badan 50 kg membuat saya minder.

Maka, saya langsung mikir, "Kenapa sih kok berat badan saya jadi menurun gini?"

Saya analisa, hasilnya adalah ini :
1. Makan tidak teratur, saya hanya makan ketika lapar atau ketika ingat makan. Kadang 2 kali sehari, kadang 3 kali sehari.

2. Jarang minum air putih, minum kalau lagi inget minum, biasanya minum hanya 3-4 gelas sehari, pas habis makan.

3. Overthinking. Saya memang menyadari bahwa akhir akhir ini saya terlalu banyak mikir. sampai saat ini masih terus berjuang untuk menghilangkan kebiasaan ini. Overthinking seringkali membuat saya stress tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.

4. Tidak rutin minum susu Dancow. Sudah beli sih tapi kadang sering lupa dan nggak disiplin minum susu 3 kali sehari.

5. Asupan daging ayamnya kurang.

Solusinya bagaimana?

1. Saya membuat tabel jadwal makan sehari. Sehari target makan 5 kali :
    a) Minum air putih setelah bangun tidur 2 gelas
    b) Jam 6 minum susu
    c) Jam 8 sarapan pagi
        Jam 10 Minum air putih 2 gelas
    d) Jam 12 makan siang
    e) Jam 1 siang minum susu
        Jam 2 siangminum air putih 2 gelas
    f) Jam 3 sore makan
    g) Jam 4 minum susu
        Jam 5 sore minum air putih 1 gelas
    h) Jam 7 malam makan
    i) Jam 8 minum susu



September 06, 2016

Memegang kendali

ada orang yang menjadi lemah dan blank ketika ia tidak punya wewenang memegang kendali sebuah keadaan. ialah seorang yang gregetan melihat sebuah keadaan, ingin mengambil alih namun tidak bisa berbuat apa apa.

ada juga orang yang menjadi lemah ketika ia harus memegang kendali sebuah keadaan.

Agustus 25, 2016

Lebih "jago" menilai oranglain daripada menilai diri sendiri, Kenapa?


Kemarin sore, bagian Human Resource Inpsira, Mbak Anne, meminta saya untuk tes MBTI. Ini adalah tes yang sudah lama saya ketahui, tapi baru kemarin sore saya mengikuti tesnya.

"Mas Rizqi lagi sibuk?," Tanya mbak Anne.
"Ndak mbak, kenapa?,"saya tanya balik.
"Coba isi tes MBTI ini mas," kemudian mbak Anne memebrikan link untuk megikuti tesnya.
Myers-Birggs Type Indicator (MBTI) adalah psikotes yang dirancang untuk mengukur preferensi psikologis seseorang dalam melihat dunia dan membuat keputusan. MBTI dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers pada sejak 1940. Psikotes ini dirancang untuk mengukur kecerdasan individu, bakat, dan tipe kepribadian seseorang.

Dalam Tes MBTI ini, ada 4 dimensi kecenderungan sifat dasar manusia :

  1. Dimensi pemusatan perhatian: Introvert (I) vs. Ekstrovert (E)
  2. Dimensi memahami informasi dari luar : Sensing (S) vs. Intuition (N)
  3. Dimensi menarik kesimpulan & keputusan : Thinking (T) vs. Feeling (F)
  4. Dimensi pola hidup : Judging (J) vs. Perceiving (P)



Setelah saya isi, ternyata hasil saya adalah : INFJ.

Untuk mengetahui seperti apa kepribadian INFJ, maka kemudian saya googling dengan kata kunci "Kepribadian INFJ,"

Dari keempat kategori itu, saya terpusat perhatiannya pada huruf J yaitu Judgement.

Beberapa hari yang lalu saya membaca buku yang judulnya adalah tentang Becoming a Person of Influence karya John Maxwell. Ada satu poin menarik yaitu kenapa kita lebih mudah menilai orang lain daripada menilai diri sendiri, dan bagaimana kita bisa menilai diri kita sendiri. Berikut isinya :

Kenapa memimpin diri sendiri agaknya lebih sulit daripada memimpin orang lain?

Salah satu alasan kita sulit memimpin diri sendiri adalah :

Agustus 24, 2016

Merayakan Kemerdekaan di Kantor

Bulan ini, Happiness Team di kantor saya mengadakan sebuah acara yang tidak biasa. Tidak biasa karena, selama hampir 3 tahun saya di sini, baru kali ini ada kegiatan seperti ini.
Ini acaranya...



Hehehe.
Upacara bendera di kantor.
Ini menarik.

Dan yang membuat upacaranya lebih menarik lagi ada para petugasnya.

Upacara Bendera peringatan 17 Agustus memang harusnya dilaksanakan pada tanggal 17. Namun, karena itu adalah tanggal merah dan itu adalah hak tim Inspira untuk libur, maka upacara dimajukan pada hari Senin, 15 Agustus.

Selamat siang teman - teman,
Ada info ralat mengenai Upcara Bendera Inspira. Karena sekolah biasanya upacara pada hari senin dan pukul 07.00 pagi maka kita akan melaksanakan upacara bendera inspira seperti kita sekolah dulu.
Upacara bendera Inspira dilaksanakan pada :
Hari        : Senin
Tanggal : 15 Agustus 2016
Pukul     : 07.00 wib
Dresscode : Seragam sekolah (bagi yang tidak punya seragam bisa menggunakan baju yang serupa dengan seragam sekolah )
terima kasih

Dan, sudah diduga, hari Senin pagi kantor Inspira heboh. Banyak anak sekolah tiba-tiba masuk ruangan kantor, hehe.

Agustus 16, 2016

Melawan Ketakutan


Salah satu dari mereka ada yang pernah dikirim ke Merauke, hanya berbekal tiket berangkat dan KTP saja. Tanpa tiket pulang, tanpa uang saku tanpa HP. Dan dia harus kembali ke Jogja dengan caranya sendiri, mencari uang disana untuk kembali, tanpa boleh minta bantuan teman dan keluarga. Dan dia berhasil melakukannya.

Salah satu dari mereka ada seorang cewek yang tinggal beberapa hari lagi mau menikah, tapi dia memutuskan untuk jalan kaki dari Jogja ke Semarang. Jika biasanya cewek itu dipingit saat hendak menikah, ia memilih untuk 5 hari 5 malam di jalanan jarak 120 km, demi apa coba..

Satu diantara mereka, ada yang pulang dari Singapore ke Jogja tanpa tiket pesawat karena kehabisan saku. Ia kemudian memutuskan menyeberang ke pulau Batam, menelusuri daratan Sumatera dan sesekali bekerja serabutan di sana. Dua bulan kemudian baru sampai di kantor Inspira.

Satu diantara mereka ada yang bahasa inggrisnya sangat payah, saat sekolah bahkan nilai bahasa inggrisnya paling rendah saat kelulusannya. Tapi ia kemudian tiba tiba dikirim ke luar negeri sendirian, tanpa banyak persiapan dan tanpa banyak fafifu, ditargetkan mengelilingi minimal 6 negara, dan ia berhasil pulang.

Saya tidak mengatakan bahwa apa yang sudah mereka lakukan itu adalah hal gila dan aneh, bisa jadi biasa saja buat orang lain... tapi, sepanjang yang saya amati, mentalitas, kepercayaan diri, dan militansi mereka tumbuh berkembang, setelah mereka menaklukkan hal hal yang selama ini mereka takuti.

Mereka melakukan itu bukan untuk siapa siapa, mereka melakukan itu atas keinginan sendiri dan untuk menunjukkan pada diri sendiri bahwa dia lebih kuat daripada yang dia pikirkan tentang dirinya.

Juli 31, 2016

Terinspirasi oleh Mas Akhyari

Suatu pagi di sebuah hotel di Kairo, saya sedang sarapan bersama beberapa kawan.

Kemudian ada satu kawan (Sebut saja Mas Ari) yang datang ke meja makan kami, dan beliau memperkenalkan seorang bule dari Kanada, saya lupa nama bulenya.

Saya dan beberapa orang menyaksikan dialog menarik antara Mas Ari dan bule Kanada tersebut. Selesai dialog, kemudian sang bule harus pergi untuk keperluan lain, dan Mas Ari mengobrol dengan kami.

"Tadi pas saya bikin kopi, ada bule dari Kanada. Saling menyapa, dan saat saya menyebutkan bahwa saya dari Indonesia, langsung bule nanya, "Apa yang menarik dari Indonesia?"... Wah, langsung saya ajak duduk ngopi bareng," kata Mas Ari kepada kami.

"Tahun ini saya sudah berhasil mengajak ratusan bule untuk datang mengunjungi Indonesia. Dan saya yakin, bule dari Kanada itu pasti akan datang ke Indonesia," Lanjut beliau.

Bisa mengunjungi Mesir tentu menjadi sebuah mimpi yang terwujud. Dan ketika di sana, ada satu hal yang sangat saya syukuri adalah selama 7 hari berada di Mesir, saya belajar banyak dari Founder Good News From Indonesia GNFI, Mas Akhyari Hananto.



Baik saat di kamar hotel, saat sarapan pagi, saat naik taksi, saat mengunjungi Piramida, saat menikati sunset di pinggir sungai Nil, saya menikmati setiap cerita beliau keliling dunia, dan cerita beliau tentang betapa potensialnya Indonesia. Gagasan-gagasan beliau untuk Indonesia sangat jelas. Ngobrol dengan beliau benar-benar memberikan energi baru untuk saya.

Insyaallah bulan Agustus 2016, beliau akan mampir ke Inspira di Yogyakarta. Terimakasih banyak Mas Akhyari, satu minggu di Mesir benar-benar memberikan perspektif baru dan membuka pola pikir saya.

Juli 28, 2016

Menariknya Bocah-bocah Mesir


Satu hal yg menarik dari bocah bocah Mesir adalah mereka jago bhs inggris dan pede banget. Mereka nyapa para turis, dan minta difoto. Hehe.

Tapi kalo lagi ngga pegang duit, harus dipastikan dulu, sebelum foto bilang "no money,"

Pengalaman waktu ketemu dua bocah Mesir di pinggir sungai Nil, mereka minta di foto habis itu minta duit. Harusnya yang moto yang dapet duit, eh ini malah diminta duit. Hee.

"I am hungry. I need some money to buy food," mereka nggak akan pergi sebelum dikasih sesuatu. Mereka ngotot.

Aku jawab aja "i dont have money. But i have banana. If you hungry, just eat this banana,"
Saya waktu itu emang nggak bawa duit Mesir, belum nuker. Duitnya masih dalam bentuk USD yg belum dipecah.

Akhirnya, setelah setengah jam lebih ngeyel ngeyelan pake bahasa arab bahasa inggris nyampur, mereka mau pisangnya.

"Oke, syukron..." Dan mereka kabur senangnya.

Di sini makanan yg paling masuk akal di perut saya adalah pisang. Makanya kemana mana suka bawa pisang.

Photo by : Mas Akhyari Hananto